Sunday, March 1, 2015

BERPETUALANG DI KOTA WISATA BUKITTINGGI



Yup, dari judul sudah tertebak bahwa kali ini saya akan membahas sebuah kota di Ranah Minang, Bukittinggi kota wisata dimana saya dilahirkan ke dunia. Saya asli urang awak lebih tepatnya urang qurai yang mitosnya sih orang asli darah murni Bukittinggi dan sekitarnya, berdosa sekali jika saya selalu membahas tempat-tempat Indah di Indonesia tapi kampung halaman sendiri tidak pernah disinggung, pada blog ini saya akan berbagi beberapa tempat yang bagus buat dikunjungi disini, mari langsung kita jelajahi :

1. Jam Gadang

Menurut saya, kalau anda belum melihat jam gadang berarti anda belum ke Bukittinggi namanya, Jam gadang merupakan peninggalan dari zaman Belanda dimana merupakan hadiah dari ratu Belanda pada tahun 1926, walau pemberian dari Ratu Belanda namun arsitektur dirancang oleh Putra Ranah Minang  Yazid Rajo Mangkuto (Wikipedia),



Jam Gadang (Lihat angka-angkanya, ada yang aneh?)

Pada saat ini Jam gadang dijadikan pusat dari kota Bukittinggi, aktifitas warga banyak dilakukan disini dan saya pun pasti ke sini saat pulang kampung karena lokasi rumah nenek yang sangat dekat dengan Jam Gadang tersebut, pada weekend apalagi hari libur tempat ini menjadi destinasi yang wajib dikunjungi jika anda sedang berada di Bukittinggi, disekitar Jam Gadang banyak sekali pedagang2x asesoris, cemilan seperti kacang rebus  dan fotografer yang siap mengabadikan moment indah anda,


Penjual Kacang Pisang & Rebus yang Sedang Bercengkrama


Spongebob lagi galau

Para fotografer selalu siap sedia mengabadikan momen anda

Badut-badut selali siap menjadi partner anda dalam mengabadikan moment




Jam gadang terletak di Pasar atas kota Bukittinggi, disini selain jam gadang merupakan pusat dari perdagangan dari Kota Bukittinggi, bisa dibilang Pusat perdagangan dari Sumbar, Sumut, Riau hingga Malaysia, tak jarang saya melihat orang2x berbahasa melayu bercakap2x dengan pedagang yang menawarkan barang2x jualannya, rata2x dagangan di Pasar atas adalah asesoris, cemilan2x dan kain2x tekstil/songket khas Bukittinggi, yup, bisa dibilang ini adalah tempat berburu bagi anda penggila belanja, tapi ingat, anda harus jago tawar menawar di sini agar dapat harga miring, harga lebih murah lagi jika anda jago berbahasa minang, saya sarankan anda bawa teman yang asli sana jika berbelanja jadi lebih tahu dimana toko yang murah tapi punya kualitas bagus.





Istana Bung Hatta 

Puluhan Bendi siap mengantar anda berkeliling kota


Bagi yang hobi shopping, silahkan habiskan uang anda di sana

Ada satu lagi keunikan yang menurut saya hanya ada di Ranah Minang, yaitu Khatam Al-qur'an dimana anak-anak yang sudah menyelesaikan pendidikan Agamanya di sini dirayakan layaknya khitanan jika di Jawa, namun ini lebih meriah karena mereka diiringi oleh Drum Band dan konvoi pameran pakaian adat, hadiahnya pun jika mendapatkan Juara tidak tanggung-tanggung, bisa uang tunai jutaan rupiah atau bisa juga hewan ternak seperti sapi atau kambing. 



Saat saya asik foto, terdengar suara musik dan Ternyata Drum Band Pengiring Khatam Alqur'an 






2. Nasi Kapau Pasa Lereang (Pasar Lereng)

Setelah anda puas berfoto dan menikmati suasana disekitar jam gadang, waktunya anda memanjakan lambung anda di Pasa Lereang yang terletak diantara Pasar atas dan pasar bawah Bukittinggi, dari depan Jam Gadang anda bisa berjalan serong ke kanan arah pasar atas, nanti di pojokan anda akan menemukan jalur pasar dimana kanan kiri dijual berbagai macam alat2x rumah tangga, setelah menemukan pertigaan menyerupai huruf Y, tepat ditengahnya anda akan menemukan sederetan pedagang nasi, nah disanalah tempatnya tinggal pilih mau yang mana, pada saat itu saya mencoba nasi kapau.... untuk masalah rasa mendingan tdak usah saya ceritakan silahkan anda coba sendiri.


Anda bisa bebelanja di Pasar Tradisional diperjalanan menuju nasi kapau


Inilah dia, Nasi Kapau Pasa Lereang






Keunikan dari penjual nasi kapau adalah sendoknya yang panjang


Segini hanya Rp. 21.000, tambuah ciek Ni ;D

3. Rumah Kelahiran Bung Hatta


Siapa yang tak kenal Bung Hatta Sang Proklamator RI, banyak orang mengenal beliau namun tidak banyak yang tau dimana beliau dilahirkan, ya, Sang Proklamator dilahirkan di Kota yang Indah ini dan kebetulan Rumah kelahirannya didepan rumah Alm. Nenek dan cerita Bung Hatta kecil sering sekali diceritakan kepada saya dahulu sehingga beliau menjadi tokoh panutan saya.






Rumah kelahiran Bung Hatta terletak di Jl. Soekarno Hatta atau orang Bukittinggi lebih akrab dengan istilah Pasa(Pasar) Bawah, jika anda sudah kenyang setelah menyantap habis nasi kapau dengan lauk pauknya, silahkan jalan ke arah bawah di pasar lereang hingga ketemu jalan besar, di pertigaan anda belok kanan ke arah pasar Bawah yg merupakan pasar tradisional di Bukittinggi, cukup ikuti jalan besar disebelah kiri anda akan menemukan Rumah kayu bewarna Biru dengan Plang tulisan “Rumah Kelahiran Bung Hatta” silahkan masuk sesuai jadwal.








Disini anda juga akan melihat tekstur rumah di akhir tahun 1800-an hingga awal tahun 1900 nan asri dengan pernak pernik didalamnya, Rumah ini terdiri dari dua lantai dimana lantai Bawah dipenuhi dengan benda-benda antik seperti bangku dan meja serta perabotan, lebih unik dilantai bawah ini terdapat mesin jahit tua kepunyaan nenek Bung Hatta, ada juga beberapa foto Bung Hatta kecil dan silsilah dari keluarga, selain itu terdapat beberapa kamar keluarga dengan tempat tidur antik disini.



Ibu & Mamak Bung Hatta

Silsilah Keluarga

Silsilah Keluarga

Raung Tamu BUng Hatta


Foto yang Terpajang Seakan Bercerita Kehebatan Sang Proklamator


Mesin jahit antik di salah satu kamar


Jika anda berjalan ke arah belakang rumah, terdapat lumbung padi dan kamar bujang dimana beliau pernah menjadi penghuni kamar tersebut, selain itu juga terdapat dapur tradisional dan kandang dari Bendi atau delman.







Pintu Masuk Kamar Bung Hatta Muda

Sebuah Sepeda Tua Menghiasi Kamar Bung Hatta saat Muda

Kamar Bujang Bung Hatta





Bendi (Delman) Kendaraan Rakyat 



Sekarang kita beralih ke lantai atas rumah, untuk kelantai atas anda akan melewati ruang makan, disini anda bisa melihat sejenak alat-alat makan jaman dahulu yang terbuat dari kuningan
Foto-Foto Sang Proklamator




Disinilah Sang Proklamator Terlahir Ke Dunia, Tangisnya merupakan Awal dari Perubahan Negeri ini.







Kursi Goyang tempat melepas lelah


Foto Sang Proklamator dan Keluarga Kecilnya

4.      Jenjang 40
Sejarah sudah didapat, perut pun sudah kenyang dipenuhi nasi kapau waktunya olahraga menaiki Tangga, banyak artikel tentang Bukittinggi yang saya baca, namun jarang yang membahas Jenjang ini secara khusus, Jenjang ini merupakan penghubung antara  pasar atas dan pasar bawah Bukittinggi yang dibangun tahun 1908 (Wikipedia) oleh pemerintah Hindia Belanda, sudah tak terhitung berapa kali saya naik turun anak tangga jenjang 40, satu catatan saya, jangan tertipu dengan angka 40-nya, kenyataannya jenjang ini berjumlah 100 anak Tangga, angka 40 hanya tangga-tangga kecil dipuncak jenjang ini, nah bagi anda pecinta batu-batuan, di puncak jenjang ini terdapat banyak sekali penjual Batu.



Puncak Jenjang 40

5.      Bukit Ambacang


Jika saya perlihatkan fotonya atau saat anda datang ke sini mungkin anda akan berpikiran “seperti pernah lihat Bukit ini?” yap, Bukit ini sering sekali dipakai syuting Film, Sinetron dll, yang berhubungan dengan Bukittinggi dan Pacuan Kuda, Film terakhir disini adalah “Tenggelamnya Kapal Vander Wicjk” tepat disaat para pemeran sedang menonton Pacuan kuda, Bukit Ambacang merupakan  arena pacuan kuda masyarakat Bukittinggi, saya kurang mendapat informasi yang jelas kapan arena ini dibangun, namun beberapa info yg saya dapatkan arena ini dibangun sekitar akhir 1890an, dimana arena ini tempat rakyat Bukittinggi dan sekitarnya serta para penjajah menyaksikan pertandingan pacuan kuda yang pastinya menjadi salah satu event besar dan yang dinantikan saat itu, hingga sekarang arena ini masih dimanfaatkan sebagai arena pacuan kuda yang sering dilaksanakan pada saat para perantau pulang ke kampungnya, ya  lebih tepatnya saat setelah Idul Fitri





Tempat inilah yang Sering dijadikan lokasi Syuting berbagai film dan sinetron



Menonton Pacuan Kuda Sambil Menikmati Pemandangan Seperti ini??? Perfecto!!!

Jika di Jakarta para pemudanya menunggang kuda besi, di sini kuda beneran







Disaat tidak ada pertandingan pacu kuda, anda bisa datang ke sini dan melihat Kuda-kuda pacu sedang makan dan berlarian hingga latihan bersama jokinya disekitar arena, mereka sengaja dilepaskan begitu saja ditengah dan sekitar arena sambil diawasi oleh pemiliknya, serunya anda bisa menikmati sensasi berkuda disini, jika lagi bukan musim libur bisa dikenakan tarif buka awal sekitar Rp. 20-30.000 tapi disaat musim libur biasanya mereka buka tarif Rp. 40-50.000/keliling namun semua tergantung tawar menawarnya, tapi lumayan bisa menikmati bagaimana rasanya menaiki kuda pacuan ditengah arena


Salah satu penunggang kuda tertua, Klo tidak salah di panggil Pak Gaek 
Semoga Pemerintah Melihat Bakat Mereka, Joki Kuda Berbakat Banyak di Sini

Kuda-kuda di sini juga disewakan oleh penduduk sekitar

Kuda-kuda yang sudah jinak sengaja dilepaskan untuk mencari rumput


6.      Ngarai Sianok dan Great Wall
Yang terakhir di artikel ini saya akan membahas tentang sedikit Ngarai Sianok dan banyak Great Wall, kenapa sedikit  Ngarainya? Karena ketenaran tempat ini sudah banyak yang tau nah ada 1 tempat di sekitar ngarai ini yang baru beberapa tahun ini diresmikan oleh pemerintah setempat menjadi tempat pariwisata, saya akan bahas di bawah.


Ngarai sianok terletak tak jauh dari Jam Gadang, di sini anda bisa melihat keindahan gugusan ngarai dan pada pagi hari banyak monyet2x yang berkeliaran di sini, tapi hati2x ya? Mereka masih binatang liar, saya sarankan anda agar tidak menyentuh apalagi memegang mereka atau anda akan merasakan akibatnya .




Sekarang kita beralih ke destinasi lain didekat Ngarai Sianok, jika saya menyebutkan kata  Great Wall, pasti dibenak anda adalah China, namun bukan negeri Tirai Bambu saja yang mempunyai tembok yang membentang luas, Indonesia juga punya namun dalam versi mini, letaknya membentang dari kota Bukittinggi hingga Kabupaten Agam di lembah Ngarai Sianok, dari gerbang utama Ngarai anda jalan terus ke arah kiri hingga menemukan prapatan, dari sana anda belok kiri ke arah bawah, ikuti terus jalur itu hingga menemukan Tulisan “Janjang Koto Gadang” dengan tembok berwarna merah (saat itu), sesampainya disana anda silahkan telusuri jalan menurun kebawah hingga mata anda dimanjakan dengan hamparan sawah disekitar anda, tak jauh dari sana anda akan kembali dimanjakan dengan tembok tinggi nan alami, ya, anda sudah dekat dengan dasar ngarai Sianok.

Gerbang Masuk ke Great Wall


Pemandangan Elok saat Menyusuri Ngarai Sianok


Tak Jauh dari sana anda akan menemukan sebuah jembatan gantung, hati2x melewati jembatan ini karena akan sedikit bergoyang ke kanan dan ke kiri dan akan semakin kencang disaat anda berada ditengahnya, untuk menaikin jembatan inipun sangat dibatasi jumlahnya sekitar 10 orang, di ujung jembatan jalan anda akan terbagi dua, ke kanan menuju sungai atau dasar dari Ngarai, lurus kedepan adalah deretan tangga yang disebut Great Wall of Bukittinggi.

Jembatan Gantung


Tangga The Great Wall

Untuk yang pertama saya akan membahas Great Wall dulu, objek wisata ini masih dibilang baru di Bukittinggi, baru diresmikan pada tahun 2013, kabarnya jumlah anak tangganya sekitar 1000 anak tangga, tapi anda jangan takut untuk mendakinya karena mata anda akan dimanjakan dengan keindahan ngarai dan hutan disekitarnya apalagi diselingi oleh angin sejuk pegunugan, saat dipuncak anda akan menyaksikan keindahan Ngarai sianok di sisi lain, disisi nagari Koto Gadang tempat dilahirkannya para pejuang negeri ini seperti Agus Salim, St. Syahrir dan Rohana Kudus.








Nah sekarang kita flash back lagi, tadi saat di jembatan kita berada di persimpangan Jalan, lurus ke Great Wall ke kanan ke dasar Ngarai. Jika anda memutuskan untuk belok kanan, maka anda akan sampai di bibir sungai yang merupakan dasar ngarai, anda bisa berendam sejenak di sini atau sekedar mencuci muka saja, lokasi ini sangat bagus untuk anda yang suka jogging, bayangkan berlari ditengah tembok alam sambil melihat hijaunya dan menghirup udara segar pegunungan, ini akan menjadi sensasi yang luar biasa dan saya menantang anda untuk datang dan merasakan sensasinya sendiri.
Inilah dia dasar Ngarai Sianok


Hey yang hobi lari, ga kepengen jogging di sini???








Setelah puas berlari, disisi ngarai anda akan melihat sekelompok pedagang berjejeran dipinggir sungai, kangen saya ke salah satu makanan terobati di sini, kerupuk yg diolesi mi dan kuah sate, hhhhmmmm... memori masa kecil kembali menyeruak di otak saya.

Ketemu jajanan masa kecil :)

7. Jenjang Seribu

Setelah mencicipi cemilah jaman bocah, saatnya anda mencoba menaiki jenjang seribu yang tidak jauh dari sana, saya tidak dapat memastikan jumlah anak tangganya beneran 1000 atau tidak, jika penasaran silahkan mencoba.







Semua usaha terbayar sudah saat anda dapat menaiki Jenjang Seribu ini, di puncak anak tangga anda akan menemukan pemandangan yang luar biasa indahnya, semua lelah dan keringat yang bercucuran akan berganti dengan hembusan angin pegunungan dan pemandangan yang memanjakan mata anda.
Gunung Singgalang yang Berdiri Kokoh


Inilah Pemandangan dari Puncak Jenjang Seribu






Gerbang Jenjang Seribu dari daerah Bukit Apit


Jenjang seribu berujung di daerah yang bernama Bukit Apit, so jika anda ingin melanjutkan berjalan kaki silahkan, namun saya menyarankan untuk menaiki angkutan kota  menuju tujuan anda berikutnya.


Sekian hasil petualangan saya di kampung sendiri, banyak cerita hebat dari Kota ini tempat saya dilahirkan, banyak destinasi lain yang bagus untuk disinggahi, saya menantang anda yang membaca blog saya untuk datang ke sini.


Salam Petualang :)

Fyi : 
  • Photo by : Harry Potret (blaxxx photology)
  • Beberapa destinasi di atas merupakan sebagian kecil dari sekian banyak destinasi di Bukittinggi, apalagi di Sumatera Barat
  • Untuk ke Bukittinggi dari Padang anda harus menempuh jarak sekitar 90 km lebih dengan waktu sekitar 2 jam melewati jalan darat, tapi jangan takut, mata anda akan dimanjakan dengan pemandangan-pemandangan yang indah
  • Dari Bandara Padang tersedia Travel yang mengantarkan anda ke Bukittinggi, namun jika ingin harga lebih miring, anda silahkan naik Damri/Tranex ke Bioskop Indah ke kota Padang, di sana banyak terdapat Bus-bus kecil yang mengantarkan anda dengan harga yang jauh lebih murah dari Travel 
  • Sebelum sampai di Bukittinggi saya sarankan anda berhenti di tempat wisata Air Terjun di daerah Silaing, air terjun berada di sisi kiri jalan
  • Jangan takut untuk urusan penginapan, banyak hotel ataupun penginapan di Bukittinggi dengan berbagai harga tergantung isi kantong anda
  • Urusan makan??? jangan takut, di sini surganya kuliner, hingga tengah malam daerah Pasar Atas dan Pasar Bawah masih banyak penjual makanan ataupun minuman seperti kopi, Bandrek, Sorbat, Teh Telur dll.  





No comments:

Post a Comment