Yup, dari judul sudah tertebak bahwa kali ini saya akan membahas sebuah
kota di Ranah Minang, Bukittinggi kota wisata dimana saya dilahirkan ke dunia.
Saya asli urang awak lebih tepatnya urang qurai yang mitosnya sih orang asli
darah murni Bukittinggi dan sekitarnya, berdosa sekali jika saya selalu membahas tempat-tempat
Indah di Indonesia tapi kampung halaman sendiri tidak pernah disinggung, pada
blog ini saya akan berbagi beberapa tempat yang bagus buat dikunjungi disini,
mari langsung kita jelajahi :
1. Jam Gadang
Menurut saya, kalau anda belum melihat jam gadang berarti anda belum ke
Bukittinggi namanya, Jam gadang merupakan peninggalan dari zaman Belanda dimana
merupakan hadiah dari ratu Belanda pada tahun 1926, walau pemberian dari Ratu
Belanda namun arsitektur dirancang oleh Putra Ranah Minang Yazid Rajo
Mangkuto (Wikipedia),
 |
| Jam Gadang (Lihat angka-angkanya, ada yang aneh?) |
Pada saat ini Jam gadang dijadikan pusat dari kota Bukittinggi, aktifitas
warga banyak dilakukan disini dan saya pun pasti ke sini saat pulang kampung
karena lokasi rumah nenek yang sangat dekat dengan Jam Gadang tersebut, pada
weekend apalagi hari libur tempat ini menjadi destinasi yang wajib dikunjungi
jika anda sedang berada di Bukittinggi, disekitar Jam Gadang banyak sekali
pedagang2x asesoris, cemilan seperti kacang rebus dan fotografer yang
siap mengabadikan moment indah anda,
 |
| Penjual Kacang Pisang & Rebus yang Sedang Bercengkrama |
 |
| Spongebob lagi galau |
 |
| Para fotografer selalu siap sedia mengabadikan momen anda |
 |
| Badut-badut selali siap menjadi partner anda dalam mengabadikan moment |
Jam gadang terletak di Pasar atas kota Bukittinggi, disini selain jam
gadang merupakan pusat dari perdagangan dari Kota Bukittinggi, bisa dibilang
Pusat perdagangan dari Sumbar, Sumut, Riau hingga Malaysia, tak jarang saya
melihat orang2x berbahasa melayu bercakap2x dengan pedagang yang menawarkan
barang2x jualannya, rata2x dagangan di Pasar atas adalah asesoris, cemilan2x
dan kain2x tekstil/songket khas Bukittinggi, yup, bisa dibilang ini adalah
tempat berburu bagi anda penggila belanja, tapi ingat, anda harus jago tawar
menawar di sini agar dapat harga miring, harga lebih murah lagi jika anda jago
berbahasa minang, saya sarankan anda bawa teman yang asli sana jika berbelanja
jadi lebih tahu dimana toko yang murah tapi punya kualitas bagus.
 |
| Istana Bung Hatta |
 |
| Puluhan Bendi siap mengantar anda berkeliling kota |
 |
| Bagi yang hobi shopping, silahkan habiskan uang anda di sana |
Ada satu lagi keunikan yang menurut saya hanya ada di Ranah Minang, yaitu Khatam Al-qur'an dimana anak-anak yang sudah menyelesaikan pendidikan Agamanya di sini dirayakan layaknya khitanan jika di Jawa, namun ini lebih meriah karena mereka diiringi oleh Drum Band dan konvoi pameran pakaian adat, hadiahnya pun jika mendapatkan Juara tidak tanggung-tanggung, bisa uang tunai jutaan rupiah atau bisa juga hewan ternak seperti sapi atau kambing.
|
 |
| Saat saya asik foto, terdengar suara musik dan Ternyata Drum Band Pengiring Khatam Alqur'an |
2. Nasi Kapau Pasa Lereang (Pasar Lereng)
Setelah anda puas berfoto dan menikmati suasana disekitar jam gadang,
waktunya anda memanjakan lambung anda di Pasa Lereang yang terletak diantara
Pasar atas dan pasar bawah Bukittinggi, dari depan Jam Gadang anda bisa
berjalan serong ke kanan arah pasar atas, nanti di pojokan anda akan menemukan
jalur pasar dimana kanan kiri dijual berbagai macam alat2x rumah tangga,
setelah menemukan pertigaan menyerupai huruf Y, tepat ditengahnya anda akan menemukan
sederetan pedagang nasi, nah disanalah tempatnya tinggal pilih mau yang mana,
pada saat itu saya mencoba nasi kapau.... untuk masalah rasa mendingan tdak
usah saya ceritakan silahkan anda coba sendiri.
 |
| Anda bisa bebelanja di Pasar Tradisional diperjalanan menuju nasi kapau |
 |
| Inilah dia, Nasi Kapau Pasa Lereang |
 |
| Keunikan dari penjual nasi kapau adalah sendoknya yang panjang |
 |
| Segini hanya Rp. 21.000, tambuah ciek Ni ;D |
3. Rumah Kelahiran Bung
Hatta
Siapa yang tak kenal Bung Hatta Sang Proklamator RI, banyak orang mengenal
beliau namun tidak banyak yang tau dimana beliau dilahirkan, ya, Sang
Proklamator dilahirkan di Kota yang Indah ini dan kebetulan Rumah kelahirannya
didepan rumah Alm. Nenek dan cerita Bung Hatta kecil sering sekali diceritakan
kepada saya dahulu sehingga beliau menjadi tokoh panutan saya.
Rumah kelahiran Bung Hatta terletak di Jl. Soekarno Hatta atau orang
Bukittinggi lebih akrab dengan istilah Pasa(Pasar) Bawah, jika anda sudah kenyang
setelah menyantap habis nasi kapau dengan lauk pauknya, silahkan jalan ke arah
bawah di pasar lereang hingga ketemu jalan besar, di pertigaan anda belok kanan
ke arah pasar Bawah yg merupakan pasar tradisional di Bukittinggi, cukup ikuti
jalan besar disebelah kiri anda akan menemukan Rumah kayu bewarna Biru dengan
Plang tulisan “Rumah Kelahiran Bung Hatta” silahkan masuk sesuai jadwal.
Disini anda juga akan melihat tekstur rumah di akhir tahun 1800-an hingga
awal tahun 1900 nan asri dengan pernak pernik didalamnya, Rumah ini terdiri
dari dua lantai dimana lantai Bawah dipenuhi dengan benda-benda antik seperti
bangku dan meja serta perabotan, lebih unik dilantai bawah ini terdapat mesin
jahit tua kepunyaan nenek Bung Hatta, ada juga beberapa foto Bung Hatta kecil
dan silsilah dari keluarga, selain itu terdapat beberapa kamar keluarga dengan
tempat tidur antik disini.
 |
| Ibu & Mamak Bung Hatta |
 |
| Silsilah Keluarga |
 |
| Silsilah Keluarga |
 |
| Raung Tamu BUng Hatta |
 |
Foto yang Terpajang Seakan Bercerita Kehebatan Sang Proklamator
|
 |
| Mesin jahit antik di salah satu kamar |
Jika anda berjalan ke arah belakang rumah, terdapat lumbung padi dan kamar
bujang dimana beliau pernah menjadi penghuni kamar tersebut, selain itu juga
terdapat dapur tradisional dan kandang dari Bendi atau delman.
 |
| Pintu Masuk Kamar Bung Hatta Muda |
 |
| Sebuah Sepeda Tua Menghiasi Kamar Bung Hatta saat Muda |
 |
| Kamar Bujang Bung Hatta |
 |
| Bendi (Delman) Kendaraan Rakyat |
Sekarang kita beralih ke lantai atas rumah, untuk kelantai atas anda akan melewati ruang makan, disini anda bisa melihat sejenak alat-alat makan jaman dahulu yang terbuat dari kuningan
 |
| Foto-Foto Sang Proklamator |
 |
| Disinilah Sang Proklamator Terlahir Ke Dunia, Tangisnya merupakan Awal dari Perubahan Negeri ini. |
 |
| Kursi Goyang tempat melepas lelah |
|
 |
| Foto Sang Proklamator dan Keluarga Kecilnya |
4. Jenjang 40
Sejarah sudah didapat, perut pun sudah kenyang dipenuhi nasi kapau waktunya
olahraga menaiki Tangga, banyak artikel tentang Bukittinggi yang saya baca,
namun jarang yang membahas Jenjang ini secara khusus, Jenjang ini merupakan
penghubung antara pasar atas dan pasar bawah Bukittinggi yang dibangun
tahun 1908 (Wikipedia) oleh pemerintah Hindia Belanda, sudah tak terhitung
berapa kali saya naik turun anak tangga jenjang 40, satu catatan saya, jangan
tertipu dengan angka 40-nya, kenyataannya jenjang ini berjumlah 100 anak
Tangga, angka 40 hanya tangga-tangga kecil dipuncak jenjang ini, nah bagi anda pecinta batu-batuan, di puncak jenjang ini terdapat banyak sekali penjual Batu.
 |
| Puncak Jenjang 40 |
5. Bukit Ambacang
Jika saya perlihatkan fotonya atau saat anda datang ke sini mungkin anda
akan berpikiran “seperti pernah lihat Bukit ini?” yap, Bukit ini sering sekali dipakai
syuting Film, Sinetron dll, yang berhubungan dengan Bukittinggi dan Pacuan
Kuda, Film terakhir disini adalah “Tenggelamnya Kapal Vander Wicjk” tepat
disaat para pemeran sedang menonton Pacuan kuda, Bukit Ambacang merupakan
arena pacuan kuda masyarakat Bukittinggi, saya kurang mendapat informasi yang
jelas kapan arena ini dibangun, namun beberapa info yg saya dapatkan arena ini
dibangun sekitar akhir 1890an, dimana arena ini tempat rakyat Bukittinggi dan
sekitarnya serta para penjajah menyaksikan pertandingan pacuan kuda yang
pastinya menjadi salah satu event besar dan yang dinantikan saat itu, hingga
sekarang arena ini masih dimanfaatkan sebagai arena pacuan kuda yang sering
dilaksanakan pada saat para perantau pulang ke kampungnya, ya lebih
tepatnya saat setelah Idul Fitri

 |
| Tempat inilah yang Sering dijadikan lokasi Syuting berbagai film dan sinetron |
 |
| Menonton Pacuan Kuda Sambil Menikmati Pemandangan Seperti ini??? Perfecto!!! |
 |
| Jika di Jakarta para pemudanya menunggang kuda besi, di sini kuda beneran |
Disaat tidak ada pertandingan pacu kuda, anda bisa datang ke sini dan melihat Kuda-kuda pacu sedang makan dan berlarian hingga latihan bersama jokinya disekitar arena, mereka sengaja dilepaskan begitu saja ditengah dan sekitar arena sambil diawasi oleh pemiliknya, serunya anda bisa menikmati sensasi berkuda disini, jika lagi bukan musim libur bisa dikenakan tarif buka awal sekitar Rp. 20-30.000 tapi disaat musim libur biasanya mereka buka tarif Rp. 40-50.000/keliling namun semua tergantung tawar menawarnya, tapi lumayan bisa menikmati bagaimana rasanya menaiki kuda pacuan ditengah arena
 |
| Salah satu penunggang kuda tertua, Klo tidak salah di panggil Pak Gaek |
 |
| Semoga Pemerintah Melihat Bakat Mereka, Joki Kuda Berbakat Banyak di Sini |
 |
Kuda-kuda di sini juga disewakan oleh penduduk sekitar
|
 |
| Kuda-kuda yang sudah jinak sengaja dilepaskan untuk mencari rumput |
6. Ngarai Sianok dan Great
Wall
Yang terakhir di artikel ini saya akan membahas tentang sedikit Ngarai
Sianok dan banyak Great Wall, kenapa sedikit Ngarainya? Karena ketenaran
tempat ini sudah banyak yang tau nah ada 1 tempat di sekitar ngarai ini yang
baru beberapa tahun ini diresmikan oleh pemerintah setempat menjadi tempat
pariwisata, saya akan bahas di bawah.
Ngarai sianok terletak tak jauh dari Jam Gadang, di sini anda bisa melihat
keindahan gugusan ngarai dan pada pagi hari banyak monyet2x yang berkeliaran di
sini, tapi hati2x ya? Mereka masih binatang liar, saya sarankan anda agar tidak
menyentuh apalagi memegang mereka atau anda akan merasakan akibatnya .
Sekarang kita beralih ke destinasi lain didekat Ngarai Sianok, jika saya
menyebutkan kata Great Wall, pasti dibenak anda adalah China, namun bukan
negeri Tirai Bambu saja yang mempunyai tembok yang membentang luas, Indonesia
juga punya namun dalam versi mini, letaknya membentang dari kota Bukittinggi
hingga Kabupaten Agam di lembah Ngarai Sianok, dari gerbang utama Ngarai anda
jalan terus ke arah kiri hingga menemukan prapatan, dari sana anda belok kiri
ke arah bawah, ikuti terus jalur itu hingga menemukan Tulisan “Janjang Koto
Gadang” dengan tembok berwarna merah (saat itu), sesampainya disana anda
silahkan telusuri jalan menurun kebawah hingga mata anda dimanjakan dengan
hamparan sawah disekitar anda, tak jauh dari sana anda akan kembali dimanjakan
dengan tembok tinggi nan alami, ya, anda sudah dekat dengan dasar ngarai
Sianok.
 |
| Gerbang Masuk ke Great Wall |
 |
| Pemandangan Elok saat Menyusuri Ngarai Sianok |
Tak Jauh dari sana anda akan menemukan sebuah jembatan gantung, hati2x
melewati jembatan ini karena akan sedikit bergoyang ke kanan dan ke kiri dan
akan semakin kencang disaat anda berada ditengahnya, untuk menaikin jembatan
inipun sangat dibatasi jumlahnya sekitar 10 orang, di ujung jembatan jalan anda
akan terbagi dua, ke kanan menuju sungai atau dasar dari Ngarai, lurus kedepan
adalah deretan tangga yang disebut Great Wall of Bukittinggi.
 |
| Jembatan Gantung |
 |
| Tangga The Great Wall |
Untuk yang pertama saya akan membahas Great Wall dulu, objek wisata ini
masih dibilang baru di Bukittinggi, baru diresmikan pada tahun 2013, kabarnya
jumlah anak tangganya sekitar 1000 anak tangga, tapi anda jangan takut untuk
mendakinya karena mata anda akan dimanjakan dengan keindahan ngarai dan hutan
disekitarnya apalagi diselingi oleh angin sejuk pegunugan, saat dipuncak anda
akan menyaksikan keindahan Ngarai sianok di sisi lain, disisi nagari Koto
Gadang tempat dilahirkannya para pejuang negeri ini seperti Agus Salim, St.
Syahrir dan Rohana Kudus.
Nah sekarang kita flash back lagi, tadi saat di jembatan kita berada di
persimpangan Jalan, lurus ke Great Wall ke kanan ke dasar Ngarai. Jika anda
memutuskan untuk belok kanan, maka anda akan sampai di bibir sungai yang
merupakan dasar ngarai, anda bisa berendam sejenak di sini atau sekedar mencuci
muka saja, lokasi ini sangat bagus untuk anda yang suka jogging, bayangkan
berlari ditengah tembok alam sambil melihat hijaunya dan menghirup udara segar
pegunungan, ini akan menjadi sensasi yang luar biasa dan saya menantang anda untuk datang dan merasakan sensasinya sendiri.
 |
| Inilah dia dasar Ngarai Sianok |
 |
| Hey yang hobi lari, ga kepengen jogging di sini??? |
Setelah puas berlari, disisi ngarai anda akan melihat sekelompok pedagang
berjejeran dipinggir sungai, kangen saya ke salah satu makanan terobati di
sini, kerupuk yg diolesi mi dan kuah sate, hhhhmmmm... memori masa kecil
kembali menyeruak di otak saya.
 |
| Ketemu jajanan masa kecil :) |
7. Jenjang Seribu
Setelah mencicipi cemilah jaman bocah, saatnya anda mencoba menaiki jenjang
seribu yang tidak jauh dari sana, saya tidak dapat memastikan jumlah anak
tangganya beneran 1000 atau tidak, jika penasaran silahkan mencoba.
Semua usaha terbayar sudah saat anda dapat menaiki Jenjang Seribu ini, di puncak anak tangga anda akan menemukan pemandangan yang luar biasa indahnya, semua lelah dan keringat yang bercucuran akan berganti dengan hembusan angin pegunungan dan pemandangan yang memanjakan mata anda.
 |
| Gunung Singgalang yang Berdiri Kokoh |
 |
Inilah Pemandangan dari Puncak Jenjang Seribu
|
 |
| Gerbang Jenjang Seribu dari daerah Bukit Apit |
Jenjang seribu berujung di daerah yang bernama Bukit Apit, so jika anda
ingin melanjutkan berjalan kaki silahkan, namun saya menyarankan untuk menaiki
angkutan kota menuju tujuan anda
berikutnya.
Sekian hasil petualangan saya di kampung sendiri, banyak cerita hebat dari
Kota ini tempat saya dilahirkan, banyak destinasi lain yang bagus untuk
disinggahi, saya menantang anda yang membaca blog saya untuk datang ke sini.
Salam Petualang :)
Fyi :
- Photo by : Harry Potret (blaxxx photology)
- Beberapa destinasi di atas merupakan sebagian kecil dari sekian banyak destinasi di Bukittinggi, apalagi di Sumatera Barat
- Untuk ke Bukittinggi dari Padang anda harus menempuh jarak sekitar 90 km lebih dengan waktu sekitar 2 jam melewati jalan darat, tapi jangan takut, mata anda akan dimanjakan dengan pemandangan-pemandangan yang indah
- Dari Bandara Padang tersedia Travel yang mengantarkan anda ke Bukittinggi, namun jika ingin harga lebih miring, anda silahkan naik Damri/Tranex ke Bioskop Indah ke kota Padang, di sana banyak terdapat Bus-bus kecil yang mengantarkan anda dengan harga yang jauh lebih murah dari Travel
- Sebelum sampai di Bukittinggi saya sarankan anda berhenti di tempat wisata Air Terjun di daerah Silaing, air terjun berada di sisi kiri jalan
- Jangan takut untuk urusan penginapan, banyak hotel ataupun penginapan di Bukittinggi dengan berbagai harga tergantung isi kantong anda
- Urusan makan??? jangan takut, di sini surganya kuliner, hingga tengah malam daerah Pasar Atas dan Pasar Bawah masih banyak penjual makanan ataupun minuman seperti kopi, Bandrek, Sorbat, Teh Telur dll.
No comments:
Post a Comment