Saturday, November 21, 2015

Biru Arborek dan Putih Hati Mamah Gigith





Pulau Arborek, hhhmmm, yang saya bayangkan saat itu adalah biru, biru dan biru, Pulau yang terletak di Meos Mansar Raja Ampat Barat ini merupakan desa wisata yang sering dikunjungi oleh para waisatawan, belum menginjakkan kaki di Dermaganya pun saya sudah dibuat penasaran, dari haluan kapal sempat bertanya kepada teman yang sudah sering ke sana “Ini Pulaunya? Wah kaki udh gatel ni mau ke sana ambil gambar”, saat itu saya melihat sepasang anak sedang bermain sampan.

Lokasi Pulau Arborek 







Walau baru pulang dari traveling di Raja Ampat, Sebenarnya tulisan ini adalah perjalanan saya di tahun lalu, itung-itung pemanasan untuk artikel saya di Misool nanti, selain keindahan alamnya, penduduk desa Arborek juga ramah-ramah.











Mau melihat coral? Tanpa harus basah-basahanpun anda sudah bisa menikmati keindahannya, jika anda penasaran silahkan “nyemplung” dan bermain-main bersama ikan-ikan yang berenang, namun jika anda sudah punya lisensi Diving, Manta Ray merupakan favorit para penyelam, mau berjemur dipinggir pantainyapun bisa, Pulau ini dikelilingi oleh Pasir Putih dan halus disekitarnya, jika anda memutuskan berkeliling Desa, anda akan disambut dengan keramah-tamahan para penduduk Desa.












Berhubung belum punya kamera underwater, terpaksa print screen dari video

Kabarnya awalnya dulu nenek moyang mereka tinggal di laut, namun lama-kelamaan mereka mulai masuk ke Pulau Arborek. Mata pencaharian para penduduk Arborek rata-rata adalah Nelayan dan pembuat kerajinan tangan seperti topi manta yang mirip dengan topi-topi orang Meksiko dan tas tali.

Bahan untuk membuat Topi Manta

Pada saat itu saya sungguh beruntung karena anak-anak sedang berlatih tari dan bernyanyi ditengah desa, seusai mereka latihan kamipun berlarian dari kampung hingga dermaga, sungguh membangkitkan memori saya saat kecil dulu di Padang sana.
Anak-anak Pulau Arborek sedang berlatih tari




Tari ini adalah tarian perang yang sering digunakan untuk menyambut kedatangan para tamu






Githa Anathasia (Mamah Gigith), Wanita yang mengabdikan dirinya
 untuk mencerdaskan anak-anak Papua
Selain keindahannya, di Arborek saya bertemu dengan wanita bernama Githa Anathasia, anak-anak di Arborek memanggilnya Mamah Gigith, dia adalah seorang community consultan di sana, namun bukan pekerjaannya yang menjadikan perjalanan saya menjadi perjalanan yang bermakna, melainkan kecintaan Mamah Gigith kepada anak-anak Papua, selain menjadi bekerja Githa yang berasal dari Bekasi mengabdikan diri menjadi relawan untuk mengajar anak-anak di 4 Pulau, yaitu Arborek, Yenbekwan, Sawingrai dan Kapisawar, mungkin anda bertanya-tanya apakah tidak ada sekolah disana? Ada, namun tenaga guru yang sangat minim untuk mengajar atau bisa dibilang tidak ada guru yang menetap lama di sana, baru-baru ini saya mendapat kabar bahwa sudah 2 bulan anak-anak tidak sekolah seperti seharusnya karena guru belum ada yang datang, alhasil Githa bekerja lebih keras untuk mengajari mereka.

Keakraban Mamah Gogoth dengan anak-anak Arborek


Selain mengajari mereka, Mamah Gigith dan teman-temannya juga mengajarkan masyarakat hal lainnya, seperti bercocok tanam salah satunya, mimpi Mamah Gigith sungguh mulia “Mereka bisa jauh lebih hebat, pintar dan mencintai Papua, meski banyak halangan gw ga peduli” itulah kata-kata yang keluar lugas dari bibirnya.

Selain Mengajar, Mamah Gigith dan teman-temannya juga
mengajari masyarakat setempat bercocok tanam

Selain Bercocok Tanam, Mamah Gigith dan teman-temannya juga mengajari mereka bergotong-royong,
 ini salah satu hasil dari anak-anak Arborek



Satu-satunya sekolah di Arborek, memang Sekolah sudah bagus
namun sayang belum ada guru yang tetap mengajar di sini
Keceriaan Mereka saat bermain di Dermaga
Masa Depan Papua




Salah satu pengajar di Pulau Arborek




Sekian sedikit cerita saya di Pulau Arborek Raja Ampat, banyak pengalaman pelajaran yang saya dapatkan di sana yang lebih seru dibagi bukan hanya melalui internet, so, jadilah Petualang yang bijak ya, stop nyampah, stop pegang coral dan selalu cari tau cerita dibalik tempat yang anda kunjungi.

Bersama anak-anak Arborek

Fyi:
  • Dari lokasi domisili anda harus ke Kota Sorong terlebih dahulu
  • Pulau Arborek terletak di Raja Ampat Barat, untuk menuju ke sini anda bisa menyewa kapal langsung atau naik kapal Ferry dari Kota Sorong menuju Waisai sekitar 2 jam, setelah itu bisa dilanjutkan dengan menyewa kapal kecil menuju Arborek dengan durasi waktu kurang lebih 2 jam .
  • Arborek juga terdapat penginapan yang disewakan oleh penduduk local.
  • Untuk ke Raja Ampat saya sarankan agar anda datang di musim panas yaitu sekitar Mei – Oktober .
  • Jika anda ke Arborek saya sarankan membawa buku untuk disumbangkan ke anak-anak disana, silahkan hubungi Githa via FB: https://www.facebook.com/githa.ghie?fref=ts




No comments:

Post a Comment