Menarilah dan terus tertawa… walau dunia
tak seindah surga… bersyukurlah pada yang kuasa… cinta kita di duniaaaa…
selamanya. Lagu itu sering terngiang2x di benak saya saat berada di destinasi
ini… Negeri Laskar Pelangi… saat mendengar kata-kata itu di didalam benak langsung menuju pada Novel Andrea Hirata dan
Belitung, yap pada artikel ini saya akan membahas tentang Negeri Laskar Pelangi
Pulau Belitung, Pulau yang berpenduduk kurang lebih 300.000 jiwa ini saya
rekomendasikan untuk kamu-kamu yang berdomisili di Jakarta yang ingin traveling
keluar Jawa tapi tak memakan waktu lama di perjalanan, tak sampai 1 jam
perjalanan udara dari Jakarta anda akan
mendarat di Bandara….
 |
Bandara di Tanjung Pandan
|
 |
| Tugu Batu Satam Icon Belitung, ini asli loh |
 |
| Tugu Batu Satam |
 |
| Suasana Kota Tanjung Pandan |
Sebelum saya membahas destinasi yang saya
kunjungi saat Traveling ke Belitung Tahun Lalu, tak ada salahnya kita keliling
Kota Tanjung Pandan Terlebih dahulu.
 |
| Klo Ke Belitung pasti deh dibawa ke sini |
 |
| Mienya enak juga |
 |
| Belum Ke Belitung namanya klo belum coba kopinya |
 |
Ngopi adalah kebiasaan wajib warga Belitung
dan digunakan untuk menjalin silaturahmi,
tak salah disetiap sudut kota dipenuhi warung kopi |
 |
| Pelabuhan/Pantai Tanjung Kelayang Sebelum menuju Pulau Lengkuas dan Pulau lainnya |
 |
| Pantai Tanjung Kelayang |

Setelah berkeliling dan tau seperti apa
Kota Tanjung Pandan, kurang lengkap sepertinya jika sudah ke Pulau ini anda
tidak berkeliling ke destinasi sekitarnya;
Pulau Lengkuas terletak di sebelah Utara Pulau Belitung, dari Pelabuhan
Tanjung Kelayang memakan waktu sekitar 30-40 menit menggunakan Speed Boat,
belum sampai di Pulau tersebut anda akan melihat sebuah Mercusuar dari
Kejauhan, itu adalah pertanda anda sudah mendekati Pulau tersebut.
 |
| Mercusuar dari Jaman Belanda ini merupakan icon Pulau Lengkuas |
Pulau Lengkuas merupakan destinasi yang paling banyak dikunjungi oleh wisatawan, Pulau ini mempunyai sebuah Mercusuar setinggi 60 meter ditengahnya yang dibangun dari jaman Belanda dan masih berfungsi hingga sekarang, dinamakan Lengkuas bukan berarti banyak ditumbuhi oleh pohon lengkuas, jadi info yang saya dapatkan bahwa dulunya Kompeni- Kompeni menyebut Mercusuar tersebut dengan “Light House” karena Penduduk tidak tau artinya dan susah menlafalkan namanya jadilah kata Lengkuas yg muncul dan masih dipakai hingga sekarang, lucu juga.
Sesampai di Pulau Lengkuas anda dapat Berenang, ataupun bermalas-malasan
sambil nyeruput Kelapa Muda di Pinggir Pantai, tapi saya menyarankan anda
jangan lupa ke Puncak Mercusuar, Pemandangannya jauh lebih Indah jika anda
melihatnya dari atas, tapi sebelum naik, saya sarankan anda isi tenaga dan
pemanasan terlebih dahulu, kenapa? Karena anda akan menaiki ribuan anak tangga
untuk menuju puncaknya, malah ada beberapa anak tangga yang hilang, ada juga
yang diganti dengan kayu atau bangku malahan.
 |
| Untuk menuju puncak di lt. 18, anda harus berolahraga dulu menaiki tangga ini |
 |
| Pemandangan dari atas Mercusuar |
Pantai ini juga mendadak terkenal saat Film Laskar Pelangi ditonton
banyak orang, berlokasi sekitar 37 Km dari kota Tanjung Pandan, biasanya
pantai2x dipenuhi pasir putih tapi ini penuhi oleh bebatuan tinggi dan besar,
sesuai dengan yang anda tonton di Film Laskar Pelangi.
Bagi saya waktu terbaik untuk ke Pantai ini adalah pada saat Sore hingga
menjelang malam, bagi anda pecinta Sunset dan Sillhouette pasti akan ketagihan
foto-foto disini, air laut yang tenang, Matahari terbenam berwarna Oranye
dipadu dengan bebatuan yang memberikan sensasi dan gambar berbeda pada foto-foto anda.
- Replika SD Muhammadiyah Gantong
SD Muhammadiyah atau lebih familiar dengan SD Laskar Pelangi awalnya
dibangun kembali untuk keperluan Film Laskar Pelangi, Kabarnya lokasi SD
tersebut tidak disana, karena dari info yang saya dapatkan bahwa SD
Muhammadiyah sudah berkembang dan sudah bagus, namun karena mendadak terkenal
dan banyak didatangi wisatawan akhirnya replika SD tersebut menjadi salah satu
destinasi para pelancong.
SD ini terletak di tengah Bukit Pasir Putih di daerah Belitung Timur,
sekitar 90-100 km dari Tanjung Pandan, jika dengan dengan kendaraan roda empat
kurang lebih sekitar 1 jam, disini anda dapat merasakan bagaimana Andrea Hirata
kecil beserta teman-temannya bersekolah dulunya.
Di
SD tersebut anda bisa langsung merasakan Bagaimana Bu Muslimah, Ikal dan
kawan2xnya dulunya menimba ilmu, di dalam gubug yang sudah sangat rapuh hingga
harus disangga dengan kayu besar agar tidak roboh itulah cerita yang fenomenal
itu berasal, namun hal berbeda anda bisa lihat diluar gubug tersebut, hamparan
pasir putih berpadu dengan hijaunya ilalang seakan mampu menyegarkan mata yang
melihatnya, beruntungnya mereka walau menimba ilmu di sekolah yang reot namun
bisa melihat pemandangan seindah itu yang tentunya tak akan didapatkan
anak-anak yang bersekolah di kota.
- Museum Kata Andrea Hirata
Traveling bukan hanya bercerita tentang alam, museum pun bisa dijadikan
tempat traveling dan menambah wawasan, jujur saya sebenarnya bukan penggemar
museum tapi jika ada sesuatu yang menarik dari museum tersebut pasti penasaran
juga.
 |
Wajib Nyobain Kopi ini
|
 |
| Cranky Without... |
Museum Kata Andrea Hirata terletak di Jalan Raya Laskar Pelangi, Belitung
Timur, bangunan tempo dulu tersebut benar-benar membuat saya teringat rumah
nenek yang mirip seperti itu, seakan-akan tersedot masuk ke mesin waktu ke 20
tahun yang lalu, memasuki museumpun mata anda akan terfokus pada banyaknya
kertas-kertas dan foto-foto yag ada pada hampir sebagian besar tembok rumah
tersebut seakan memandu anda masuk ke dalam cerita-cerita yang telah dituangkan
Andrea Hirata pada karya tulisnya, dan tentunya Novel Laskar Pelangi yang sudah
diterjemahkan dalam berbagai Bahasa di dunia, info terakhir yang saya dapatkan sudah mencapai 79 Negara, sungguh membanggakan.
To Be Continued...
SURGA DI NEGERI LASKAR PELANGI (Part 2)
Fyi:
- Untuk ke Belitung dari tempat asal anda harus terbang ke Kota Tanjung Pandan, saya sangat menyarankan anda untuk menyewa kendaraan di sana, karena transportasi umum sangat minim di sini.
- Harga sewa mobil saat saya ke sana untuk minibus berkisaran dari harga Rp. 400.000 - 650.000 (Avanza/Innova) dengan drivernya namun diluar bahan bakar, untuk tiket pesawat menurut saya jika dari Jakarta tergolong murah daripada destinasi lainnya ke Sumatera dan pilihan hotel lumayan banyak yang harga menengah ke bawah, untuk kelas atas ada sekitar 1-3 hotel terkenal di sana.
- Untuk sewa kapal perhari saat itu sekitaran Rp.450.000 kapasitas 10-12 Orang dan Rp. 800.000 untuk 20-25 Orang.
- Jika anda tak mau repot, silahkan hubungi Pak Jauhari yang antar kami waktu itu, bisa minta tolong carikan kapal juga untuk ke Pulau Lengkuas dan Pulau sekitarnya, HP : 081929501062
No comments:
Post a Comment