Tuesday, March 7, 2017

Maluku… Mutiara Hitam Ambon dan Surga Putih Kei

(Part 1 : Ambon)

Tak pernah habis cerita jika sudah berbicara keindahan pantai dan laut timur Indonesia, seperti halnya perjalanan saya beberapa waktu yang lalu, untuk ke 4 kalinya saya melakukan perjalanan ke pulau Maluku setelah beberapa tahun yang lalu mendapat tugas pekerjaan ke sana, namun saat ini perjalanan saya bukanlah untuk bekerja, melainkan lebih mengenal destinasi terbaik di pulau Maluku, Kepulauan Kei salah satunya.


Ada yang pernah mencoba? 

Papeda, makanan khas Maluku
Sebelum kita masuk membahas tentang Kei, mungkin saya akan membahas beberapa destinasi di kota Ambon yang merupakan Ibu Kota dari Provinsi Maluku, walau dulu sempat mencekam namun Kedamaian Ambon hingga saat ini berefek menjadi pusat pariwisata dan menjadi penghubung ke beberapa destinasi terbaik di negeri ini… Ambon memang manise  .

  • Gong Perdamaian Dunia

Banyak destinasi seru di kota Ambon, namun saat pertama kali anda sampai di kota ini saya sangat meyarankan anda ke icon terkenal di pusat kota, Gong Perdamaian yang berada di Taman Pelita, salah satu dari 3 Gong di negeri ini dibangun untuk memperingati konflik yang terjadi beberapa tahun yang lalu di Maluku, Gong ini berdiameter sekitar 2 meter dengan berbagai macam bendera dan symbol agama didalamnya seperti yang anda lihat pada gambar.



  • Tugu Trikora

Monumen lainnya yang dapat anda kunjungi di kota ambon adalah Tugu Trikora kota Ambon yang berdiri pada Tahun 1962, dibangun untuk memperingati peristiwa keberhasilan Pejuang dalam pembebasan Irian Barat saat itu. Tugu ini yang paling sering saya kunjungi saat ada tugas di Ambon dulu, bukannya hobi tapi memang tugu ini berada tepat depan kantor di jantung kota Ambon, dan pertemuan dari 4 jalan utama di kota tersebut, Jalan Diponegoro, jalan Soetomo, jalan Sangaji dan jalan Said P yang merupakan titik nol dari kota Ambon.

  • Patung Martha Christina Tiahahu


Next adalah Patung Pahlawan Nasional dari Maluku yang diberi gelar Kabaressi oleh Rakyat Maluku yang artinya wanita yang berani , Martha Christina Tiahahu. Patung tersebut terletak di daerah Karang Panjang, daerah perbukitan tak jauh dari pusat kota, jika anda bingung bisa bertanya kepada penduduk bagaimana atau arah menuju Patung ini,atau bisa menanyakan kantor DPRD, patung tersebut berada bersebelahan dengan kantor DRPD tersebut saya menyarankan anda naik kendaraan roda 4 karena jalanan yang banyak menanjak menuju lokasi patung tersebut.



Saya sangat menyaranka  ke lokasi ini pada saat sore hari, kenapa? foto dibawah jawabannya,


Ambon benar-benar terlihat cantik di sini


  • Rujak Natsepa
oma Cici, penjual Rujak paling senior di pantai Natsepa

Bagian ini sengaja saya sisakan dibagian akhir, jika anda bertanya masalah perut di Ambon, saya sangat menyarankan anda berlabuh di rujak Natsepa, sembari mencicipi rujak anda juga bisa menikmati ketenangan pantai Natsepa yang terkenal itu.

atas: 2013 saat masih sering tugas ke sana dan tak menyangka 2015 ketemu lagi 
rujak Oma Cici
Rujaknya ludes Nek :D


Jika anda ke sini, saya sangat menyarankan anda mencicipi Rujak dari seorang nenek yang menurut saya paling senior di sana, ya Oma Cici, kabarnya rujak Oma sudah sampai ke Eropa, saya dapat cerita seorang turis mencicipi Rujak Oma dan tak lama Rujak Oma ada di Blog Turis tersebut, soal rasa? Sudah saya tak ingin cerita banyak, mengetik blog ini saja produksi air liur meningkat dan berkali-kali tertegun menelannya, kangen makan rujak sambil berbincang-bincang dengan Oma.


  • Pantai Liang
Jika anda ingin melihat laut biru dengan pasir putih namun tak ingin terlalu jauh dari Kota Ambon, mungkin Pantai Liang bisa menjadi pilihan anda, Pantai ini terletak di Desa Liang, Maluku Tengah, dan siapa sangka di tahun 1990 UNDP-PBB menobatkan Pantai Liang merupakan pantai terindah di Indonesia.


Sebenarnya nama asli Pantai ini adalah Pantai Hunimua, mungkin karena tempatnya bernama desa Liang, bisa saja orang-orang lebih familiar dari nama kota/desa terdekatnya.Jarak dari Ambon ke Pantai ini sekitar 35-40 km, saya menyarankan jika anda dari Ambon lebih baik rental mobil atau jika ramai bisa menyewa angkot, dari sebuah sumber saya mendapatkan indo jika ingin menyewa Angkot sekitar Rp. 200.000 atau naik Ojek dengan tarif sekitar Rp. 50000, untuk tarif masuk ke Pantai Liang sekititar Rp. 15.000 per orang.










dari foto- foto diatas anda bisa lihat pantai ini terbilang sepi, tapi jangan salah jika dihari libur pantai tersebut ramai dikunjungi pengunjung
Untuk penutup saya berikan foto- foto disaat perjalanan menuju lokasi diatas, sungguh Maluku Indah disetiap sisinya, selama perjalanan pun saya sampai meminta berhenti beberapa kali ke Pak Sopir karena ketemu spot bagus buat difoto.





Okey, untuk Ambon dan sekitarnya mungkin sampai disini dulu, next bakalan lanjut ke tempat yang super keren  lagi di Pula
u Maluku, ada pasir terhalus, pantai terpanjang dan Goa prasejarah...

to be continued...

Note :

  1. ·       Banyak penerbangan yang dapat anda pilih menuju Ambon, jika dari Jakarta saya menyarankan anda untuk mencari penerbangan tanpa transit pada dini hari, setidaknya anda bisa tidur untuk mengisi energy selama penerbangan dan tidak merepotkan anda untuk naik dan turun pesawat, apalagi membawa barang.
  2. ·       Jika anda type flash packer saya menyarankan anda untuk menyewa kendaraan di Ambon, harga sewa mobil minibus perhari sekitar Rp. 400.000-700.000, jika pintar menawar bisa lebih murah.
  3. ·      Untuk penginapan disarankan menyewa disekitar Tugu Trikora, karena menurut saya daerah ini terbilang ramai dan banyak penjual makanan/rumah makan dan jika anda ingin berkeliling banyak sekali tukang ojek dan tukang becak disekitar sana, untuk harga kembali pintar-pintar menawar.

No comments:

Post a Comment