EPISODE 2
Air terjun
Lapopu berada di kawasan Taman Nasional Menupeu Tanah Daru dan Laiwangi
Wanggameti (ManaLawa) di Pulau Sumba, dari kota Wakaibubak menempuh jarak sekitar 20 km dengan waktu tempuh
45-60 menit, menurut saya air terjun Lapopu merupakan air terjun terbaik yang
pernah saya datangi, selain air terjunnya sungainya pun mempunyai keindahan
yang luar biasa dan terutama tak susah untuk diakses, mobil kami terhenti di
pintu masuk tepat di depan pembangkit listrik dan kamipun harus melanjutkan
perjalanan dengan berjalan kaki melintasi pinggiran sungai dengan pemandangan
dan suara air yg melewati bebatuan, sungguh suasana yang tak akan didapatkan
jika menjadi penduduk kota besar layaknya Jakarta.
| Untuk menuju air terjun, anda harus melewati jembatan bambu dulu |
| Dari tengah jembatan bambu sudah bisa kelihatan indahnya air terjun ini |
Kesimpulannya ada beberapa keunikan dari air terjun ini, dimana air
terjun ini keluar dari mulut goa dan turun ke sungai melalui dasar yang
berundak-undak seperti anak tangga dan di balik dasar air terjun juga terdapat
goa kecil seusai yang kamu lihat di foto-foto diatas, dan lebih bagusnya adalah
airnya yg berawarna biru dan hijau tosca.
| Dibalik foto yang keren, ada fotografer yang rada tersiksa 😆 |
7. Bukit Warinding
Lokasi selanjutnya adalah Bukit Warinding, bagi saya bukit ini salah
satu tempat yg sangat fotogenik, cocok sekali bagi kamu-kamu yang pecinta
lokasi Instagramable, hamparan bukit-bukit savana didepan mata membuat anda tak
sabaran mengabadikan dengan kamera.
Untuk menuju bukit seperti di foto atas anda harus jalan kaki terlebih
dahulu naik turun bukit, tapi tenang tidak akan lama, cukup sekitar 10-15 menit
aja tergantung kecepatan dan kekuatan kaki anda, dan juga tergantung
lama/tidaknya berhenti untuk mengambil gambar, bagi saya setiap inchi bukit ini
sama fotogenik nya.
Bagi saya pantai ini merupakan salah satu pantai yang unik yg pernah
saya kunjungi, terletak tidak jauh dari kota Waingapu, sekitar 20km dengan
menempuh perjalanan hanya sekitar 30-40 menit, jika anda pernah menonton
Pedekar Tongkat Emas, pasti sangat familiar dengan pantai ini.
Seperti yang saya bahas diatas, pantai ini bisa tergolong sangat unit, sekilas
memang mirip pantai pada umumnya, namun saat surut, BOOOMMM!!! Keindahan dan
keunikannya seakan membuat kita tak berada di Bumi.
Selain hamparan pasir putih pantai ini mempunyai hutan mangrove yang membentang luas dan meliuk-liuk bak penari di sepanjang pantai, seakan ada yang mengatur posisi mereka, sungguh sangat memanjakan mata apalagi kamera anda saya sangat menyarankan anda datang pada saat air surut dan sore hari saat menjelang sunset, pasti akan menambah keindahan dan keunikan foto anda, bagi saya pantai ini sungguh unik dan artistic.
9. Air Terjun Tanggedu
Saya sengaja sisakan ini di akhir, Karena inilah salah satu tempat yang saya kategorikan serpihan surga yang jatuh ke Bumi, berlokasi di Desa Tanggedu di Sumba Timur, berjarak lumayan jauh dari Waingapu sekitar 45 km atau sekitar 1,5 Jam perjalanan, itupun belum sampai ke titik yang ditujukan, dari perberhentian terakhir anda harus berjalan naik turun bukit, menyebrang sungai, melewati savanna dan yang terakhir kudu turun dari puncak tebing menuju lokasi hanya bergantung dengan seutas tali benar-benar adventure sejati.
![]() |
| Pemandangan di sepanjang perjalanan menuju lokasi, Seakan di Afrika Padahal Masih di Sumba |
| Setelah berjalan sekian lama, lelah belum terbayar karena harus turun dl |
| Alat yang dipakaipun seadanya |
Berbeda dari air terjun lainnya, untuk yang satu ini posisinya bukan mengalir dari posisi tinggi namun di bawah, seperti yang sudah saya ceritakan di atas, untuk menuju air terjun ini harus menuruni tebing, jadi anda seperti masuk ke lobang yg sangat besar, sangat tersembunyi di tengah savanna desa Tanggedu, namun jangan khawatir, sesampainya di bawah semua akan terbayar lunas bahkan berlebih dengan bonusnya, saya seperti masuk ke mesin waktu terpental ke waktu berabad-abad lalu pada saat jaman purba, mirip-mirip film Jurrasic Park, banyak yg bilang mirip Grand Canyon namun bagi saya Tanggedu punya kunikan yang berbeda.
| Jurrasic World |
Untuk ke sini saya sangat menyarankan anda untuk membawa bekal dan minum
sendiri karena di daerah ini belum ada penduduk yang berjualan dan jangan lupa
bawa baju ganti.
Bonus: Sakura di Sumba!!!
Untuk yang satu ini juga sengaja saya letakkan diakhir artikel, percaya atau tidak Sakura atau pohon yang menyerupai pohon sakura ada di Sumba, entah ini sebuah kebetulan atau tidak, saat perjalanan driver kami tiba-tiba berhenti di tengah perjalanan dan menunjuk sebuah pohon, setelah dipandangi benar kami melihat beberapa pohon di pinggir jalan yang sangat menyerupai pohon sakura, Konjil namanya. Sakura sumba ini adalah Cassica Java yang kabarnya berasal dari Jawa dan Sumatera (tapi ga pernah ketemu sama pohon ini selama saya di Jawa atau saat pulang kampung ke Sumatera, mirip-mirip dengan Sakura, bunga Konjil bermekaran tidak setiap bulan, namun hanya sekitaran September-Oktober setiap tahunnya dengan tahap mekar sekitar 1 bulan.
Usul aja, besar harapan saya penamaman pohon ini digalakkan di Sumba, bisa juga menanam bibit pohon ini di satu wilayah hingga menjadi sebuah taman konjil yang akan menjadi daya tarik pelancong yang ingin berwisata ke Sumba.
Bonus: Sakura di Sumba!!!
Untuk yang satu ini juga sengaja saya letakkan diakhir artikel, percaya atau tidak Sakura atau pohon yang menyerupai pohon sakura ada di Sumba, entah ini sebuah kebetulan atau tidak, saat perjalanan driver kami tiba-tiba berhenti di tengah perjalanan dan menunjuk sebuah pohon, setelah dipandangi benar kami melihat beberapa pohon di pinggir jalan yang sangat menyerupai pohon sakura, Konjil namanya. Sakura sumba ini adalah Cassica Java yang kabarnya berasal dari Jawa dan Sumatera (tapi ga pernah ketemu sama pohon ini selama saya di Jawa atau saat pulang kampung ke Sumatera, mirip-mirip dengan Sakura, bunga Konjil bermekaran tidak setiap bulan, namun hanya sekitaran September-Oktober setiap tahunnya dengan tahap mekar sekitar 1 bulan.
Sakura sumba ini adalah Cassica Java yang kabarnya berasal dari Jawa dan Sumatera (tapi ga pernah ketemu sama pohon ini selama saya di Jawa atau saat pulang kampung ke Sumatera, mirip-mirip dengan Sakura, bunga Konjil bermekaran tidak setiap bulan, namun hanya sekitaran September-Oktober setiap tahunnya dengan tahap mekar sekitar 1 bulan.
Usul aja, besar harapan saya penamaman pohon ini digalakkan di Sumba, bisa juga menanam bibit pohon ini di satu wilayah hingga menjadi sebuah taman konjil yang akan menjadi daya tarik pelancong yang ingin berwisata ke Sumba.
Fyi:
- Penerbangan ke Sumba tersedia setiap hari namun tidak ada yang Direct rata-rata transit di Bali, ini bisa dijadikan rencana tambahan jika anda ke Sumba, bisa menambah liburan di Bali sebelum atau setelah berpetualang di Sumba
- Di Sumba terdapat 2 (Dua) Bandara, Bandara Tambolaka yang berada di Kota Tambolaka di Sumba Barat dan Bandara Umbu Mehang Kunda yang berada di Waingapu Sumba Timur
- Untuk mendarat dan memulai perjalanan anda bisa memulai dari salah satu bandara, namun saya sangat merekomendasikan untuk memulai dari Tambolaka dan berakhir Di Waingapu, kenapa? baiknya dicoba sendiri.
- Jangan khawatir untuk penginapan, banyak hotel/penginapan di sini dan sudah bisa dipesan online
- Jika ada anak-anak yang meminta uang sebaiknya jangan diberikan, saya tidak perlu menjelaskan detail untuk ini, baiknya bawa makanan kecil, permen atau coklat untuk diberikan.





































Saya dari Flores sangat suka dengan bunga konjil ini. Memang, sayang rasanya penduduk setempat tidak meramaikan pohon bunga ini, padahal bisa loh buat menambah devisa wisata.
ReplyDeleteBahkan akan terasa menyenangkan jika bisa hamami an di Sumba😍
Theresia