PESAN DARI TANAH SUMBA
(Episode 1)
(Episode 1)
Perjalanan
saya kali ini berlanjut kembali ke arah timur Indonesia, sebuah pulau kecil
dibelahan selatan Nusa Tenggara Timur, Pulau Sumba namanya, banyak orang susah
membedakan antara Sumba dan Sumbawa yang berada di Nusa Tenggara Barat, namun
di artikel ini saya akan menyuguhkan indahnya alam Sumba… Intan tersembunyi di
Selatan Indonesia…
1. Bukit Lendongara
Destinasi pertama saya sesampainya di Pulau Sumba adalah Bukit LDR atau
Ledongara, jika orang bilang LDR itu tidak enak beda cerita dengan bukit yang 1
ini, hamparan savanna dengan rerumputan yang mulai mengering terlihat sejauh
mata memandang, saat itu sedang baru saja musim kemarau di sana, mungkin akan
memberikan sensasi berbeda saat datang dimusin hujan, saat rumput tumbuh subur,
pasti hijau sepanjang bukit.
Bukit LDR terletak sekitar 10 km dari Bandara Tambolaka, untuk ke sini
saya menyarankan naik mobil jika anda tak tahan panasnya, ya bagi saya orang
Sumatera, cuaca Sumba saat itu cukup panas atau bisa juga menaiki motor, untuk ke
Bukit ini masih gratis alias tidak dipungut biaya karena memang posisi Bukit
ini berada di kiri dan kanan jalan yang biasa dilalui penduduk sana, bagi saya
singgah sebentar di bukit ini adalah ide yang tepat untuk pemanasan Sumba trip
saya.
![]() |
| Windows Screen Picture in my Country |
![]() |
Setelah pemanasan dengan Bukit LDR, saatnya kita menuju salah satu
ikonnya pantai di pulau ini, Pantai Bwana, keunikan pantai ini adalah batu
bolong ditengahnya mirip seperti gerbang, untuk ke sini membutuhkan waktu
sekitar 2 jam dari bandara/Bukit LDR, saya merekomendasikan anda ke sini saat
sunset yang kabarnya sangat indah disaat cahaya matahari berada di tengah bolong batunya, namun sayang sekali saat saya sampai ke sana hari mulai mendung, jadi
tak banyak yang bisa saya lakukan di sana, apalagi jalanan berlumpur menuju
lokasi dan harus turun dulu agar sampai ke batu bolong tersebut, alhasil lebih
baik saya menikmati keindahan batu dan pantai tersebut dari kejauhan, diambil
hikmahnya saja, mungking Bwana menginginkan saya kembali ke sana.
Saat kembali dari pantai ini… mobil kami terperangkap di tengah lumpur
dan memutuskan meninggalkan driver dan mobilnya menuju kampung terdekat
berjalan kaki ditengah kegelapan, iya tak ada lampu jalan hanya bermodal senter
membelah savanna Sumba, untuk cerita ini mugkin saya simpan untuk diceritakan
secara langsung saat bertemu.
Destinasi selanjutnya adalah Danau Waekuri, bukan ke Sumba anda namanya
jika belum ke danau ini yang berlokasi di Desa
Kalenarogo, Kecamatan Kodi Utara bernama Danau Waekuri.
Danau Waekuri terletak di barat pulau Sumba, dari Bandara menempuh jarak
sekitar 40-45 km dengan durasi wakti sekitar 2 jam menuju lokasi, dimulai jalan
mulus beraspal hingga menerobos semak belukar, namun keindahan sepanjang
perjalanan menuju danau tersebut membuat anda ingin berhenti sejenak dan mengabadikan
setiap moment yang ada, salah satunya foto-foto dibawah ini, saat melihat
ranting pohon kering mobil berhenti sejenak dan saya bersiap mengeluarkan
kamera, sayang sekali momen2x seperti ini dilewatkan.
Weekuri berasal dr kata Wee yang berarti air dan kuri yang berarti
percikan, jadi mitosnya dulu Danau tersebut sebuah kampung yang tenggelam
menjadi danau tersebut, namun cerita lain danau tersebut terbentuk dari proses
alamiah dan air di dalamnya berasal dari air laut yang berada tak jauh dari
sana, weekuri mempunyai keunikan, danau berair asin ini terlihat seperti laguna
di atas batu karang yang tinggi yang katanya terbentuk dari air laut Sumba, air
danaunya pun sangat jernih berawarna hijau kebiru-biruan, ingin rasanya langsung
melompat ke danau tersebut karena kadar keasinan danau ini hamper sama dengan
air laut, maka anda bisa mengapung dengan mudahnya di danau tersebut, namun tetap
hati-hati karena bebatuan karang di sini yg beragam, ada yg kasar dan ada juga
yg licin terutama saat berjalan menyusuri pinggiran karang, bisa2x anda
langsung terjatuh ke danau.
![]() |
| Uma Bokulu atau Uma Mbatangu |
Kampung ini berada di daerah Desa Umbu Ngedo, Sumba, seperti yang sempat
saya singgung di atas, ciri khas dari kampung ini adalah rumah adatnya terutama
atap-atapnya yang mengerucut menjulang tinggi ke atas, bahkan ada yang melebihi
10 meter, asal muasal dari Ratenggaro adalah berasal dari kata Rate yang
berarti kuburan dan Garo yang dimaksud adalah orang-orang Garo,di Kampung ini
anda akan merasa dibawa oleh mesin waktu ke sekitar 4500 tahun yang lalu
dikarenakan rumah dan kuburuan-kuburan batu yang masih bertahan hingga
sekarang.
![]() |
| Walaupun sudah ada kendaraan mesin, masyarakat Sumba tetap mempertahankan berkuda |
Selain Kampungnnya, Ratenggaro juga menyuguhkan keindahan alam
disekitarnya, sungai-sungai dan laut terbentang luas dengan Indahnya dan saat disini saya mendapatkan sunset yang sempurna.
![]() |
| Salah satu sunset terbaik dalam hidup saya dapatkan di Pantai Ratenggaro |
5 5. Kampung Adat Praijing
![]() |
| Masyarakat asli Kampung Adat Praijing |
Rumah adat terbagi menjadi tiga bagian. Bagian bawah digunakan untuk
memelihara hewan ternak, bagian tengah untuk penghuninya dan atas atau menara
untuk menyimpan bahan makanan.
Nah sampai disini dulu saya berbagi pengalaman di Sumba, tenang masih
ada destinasi selanjutnya di Sumba yang akan saya bahas di artikel berikutnya dan yang pastinya lebih menarik, salah satunya adalah adanya Sakura di Pulau Sumba dan hanya tumbuh selama 2 bulan dalam setahun, penasaran? tunggu artikel selanjutnya.
To be continued...
Fyi:
To be continued...
Fyi:
- Penerbangan ke Sumba tersedia setiap hari namun tidak ada yang Direct rata-rata transit di Bali, ini bisa dijadikan rencana tambahan jika anda ke Sumba, bisa menambah liburan di Bali sebelum atau setelah berpetualang di Sumba
- Di Sumba terdapat 2 (Dua) Bandara, Bandara Tambolaka yang berada di Kota Tambolaka di Sumba Barat dan Bandara Umbu Mehang Kunda yang berada di Waingapu Sumba Timur
- Untuk mendarat dan memulai perjalanan anda bisa memulai dari salah satu bandara, namun saya sangat merekomendasikan untuk memulai dari Tambolaka dan berakhir Di Waingapu, kenapa? baiknya dicoba sendiri.
- Jangan khawatir untuk penginapan, banyak hotel/penginapan di sini dan sudah bisa dipesan online
- Jika ada anak-anak yang meminta uang sebaiknya jangan diberikan, saya tidak perlu menjelaskan detail untuk ini, baiknya bawa makanan kecil, permen atau coklat untuk diberikan













































No comments:
Post a Comment