Film Anaconda dan
Planet of The Apes, Hutan Amazon Menjadi satu di Tanjung Puting
Naik kapal
klotok? 3 hari? Di tengah hutan Kalimantan? Hhhhmmm 3 pertanyaan itu tiba2x
timbul saat saya mendengar cerita teman yang sudah pernah ke sana, awalnya
sempat ragu ambil trip ini dan setelah melihat foto-fotonya saya tertarik
karena ingat 2 film Hollywood terkenal dan akhirnya cari-cari info
bagaimana ke sana, saya putuskan berangkat menuju Pangkalan Bun, Kalimantan Selatan.
 |
| Lokasi Taman Nasional Tanjung Puting |
Beberapa
saat yang lalu dan disela-sela kesibukan saya menyempatkan diri ke belantara
Kalimantan bersama beberapa teman yang baru saya kenal saat trip, bukan pertama
kalinya saya ke pulau ini, namun trip ke Tanjung Puting menjadi sensasi tersendiri bagi saya ternyata
3 hari di kapal klotok terasa sebentar dengan sajian keindahan alam yang saya
dapatkan di sana.
Tanpa intro
panjang lebar sebaiknya saya langsung membahas pengalaman saya 3 hari tengah
belantara Kalimantan, Tanjung Puting nama daerahnya, untuk menuju ke sana anda harus ke Pangkalan Bun Kalimantan Tengah terlebih dahulu, dari Jakarta
hanya tersedia 2x penerbangan per hari dari dan ke Pangkalan Bun itu pun hanya
2 Maskapai Penerbangan, sesampainya d Bandara Pangkalan Bun dilanjutkan dengan
perjalanan darat menuju Pelabuhan, disinilah petualangan seru dimulai.
|
 |
| Sepanjang perjalanan saya kerap menemukan turis asing |
Setibanya
di Pelabuhan Kumai kami langsung disambut oleh Bang Iman Demang pemandu kami serta kerumunan
kapal klotok menuju Tanjung Puting, saya kira kapal yg akan ditumpangi parkir
tepat di pinggir dermaga, namun perkiraan saya salah total, kami harus berjalan
melintasi kapal yang sedang mengapung dari satu kapal ke kapan lainnya menuju
kapal yang akan ditumpangi dan ternyata saat sampai Kapal yang ditumpangi jauh
dari bayangan saya sebelumnya, yang awalnya saya bayangkan kami bakalan tidur di lantai kapal klotok yang rada becek dengan fasilitas serba minin
namun yang aslinya kapal yang kami naiki sangat layak dan bagus, malah untuk
yang pengen honeymoon sekalipun saya menyarankan anda ke sini, jika anda tipe
anti mainstream sih yang biasanya pantai-pantai kalau ini hutan belantara, anda
juga bisa lihat dari foto-foto yang saya upload.
 |
| Kapal Klotok yang menjadi transportasi di Pangkalan Bun |
Taman
nasional Tanjung Puting sendiri bukanlah destinasi baru di Indonesia, saat di
kapal klotok Bang Iman menceritakan asal muasalnya yang ternyata sudah dari
jaman Hindia Belanda sekitar tahun 1930-1940 dimana nama awalnya adalah Suaka
Margasatwa Sampit dan daerah ini merupakan tempat perlindungan banyak binatang
terutama Bekantan dan Orang Utan tentunya, pada tahun 1970-an barulah namanya
berubah menjadi Suaka Margasatwa Tanjung Puting dan tak lama kemudian Tanjung
Puting masuk ke dalam Cagar Biosfer oleh Unesco, dan pada tahun 1996 Tanjung
Putting pun resmi menjadi Taman Nasional seperti yang kita kenal saat ini.
1. Camp Tanjung Harapan
Destinasi pertama yang didatangi adalah Camp Tanjung Harapan, di sini kita akan bertemu langsung dan melihat binatang khas Indonesia, Orang Utan, sebelum menuju tempat Orang Utan ada baiknya anda masuk ke Museum yang berada di dekat dermaga untuk lebih mengenali Orang Utan dan Habitatnya, setelah mendapatkan edukasi di museum sederhana tak jauh dari dermaga anda akan diantarkan menuju tempat Orang Utan tersebut, berjalan sekitar 30 menit ke dalam hutan, anda disuguhi keidahan dan keeksotisan hutan Kalimantan hingga sampai di sebuah tempat dengan bangku berjejer dan ada panggung di depannya, saya mengira mungkin ikut2xan Jazz diatas gunung atau ada pertunjukan Dangdut di tengah hutan hahaha… just kidding.
 |
| Guide Lokal Sedang Menjelaskan Gambar dan Pajangan di Museum |
 |
| Sejumlah penonton menunggu pertunjukan makan-makannya Orang Utan |
 |
Tak menunggu lama para orang utan berdatangan untuk mengambil makanan
yang diberikan oleh pengelola |
Di sini kita akan menonton atraksi Orang Utan, bukan seperti pertunjukan
sirkus pastinya, melainkan menonton mereka makan, iya benar nonton mereka makan
hahaha, memang jika anda tidak menonton langsung si pasti jadi pertanyaan,
kenapa jauh2x masuk hutan cm nonton Orang Utan Makan?, ya tapi disitu ada
sensasinya, mereka diberi makan tidak dibantu/disuapi melainkan dibiarkan dan
itu hanya 30 menit dimulai pukul 15.00, mereka sengaja diberikan makan hanya sekali
sehari agar terbiasa di alam liar dan tak tergantung dengan manusia, tapi tidak semua orang utan yang akan datang pada saat pemberian makan, info dari
mas Iman jika mereka hanya sedikit yang datang kemungkinan besar persediaan
makanan mereka mencukupi di dalam hutan.
2. Melihat Bekantan dialam bebas
Selain
Tanjung Harapan, ada lagi keseruan lainnya di Hutan Belantara Kalimantan, dari
Tanjung Harapan kami melanjutkan perjalanan dengan kapal kelotok kembali
menyusuri sungai ditengah rimba Kalimantan, serunya destinasi ini destinasi
yang tidak dapat ditentukan/ditebak, karena kami akan melihat Bekantan langsung dari habitatnya, setelah bbrp jam perjalanan akhirnya sampailah kami ke 1
daerah dimana hamper disetiap pohon sepanjang sungai d sekeliling kami dihuni
oleh sekitar belasan/puluhan Bekantan perpohonnya, untuk ini kami yang d kapal
kelotok bukan serasa menonton Bekantan, malah kami yang di kapal merasa
ditonton oleh mereka… Yeah… I’m in The
Planet of The Apes.
Bekantan
atau ada yang bilang monyet Belanda mempunyai ciri khas tersendiri dibanding
monyet-monyet lainnya, mereka mempunyai kulit dan bulu dan lebih terang dari jenis primata lainnya serta paling khas hidung mereka yang panjang, mungkin ini juga yang membuat dia
diberi nama kera Belanda, karena Bule dan berhidung mancung, kita terutama
warga Jakarta Cuma tau bahwa Bekantan adalah Ikon dari Dufan,namun banyak yang
tidak menyadari bahwa mereka termasuk binatang yang dilindungi agar tidak masuk
ke ambang kepunahan.
 |
Disini menjadi rancu antara kami yang menonton mereka
atau mereka yang menonton kami |
Bekantan
terbiasa menghabiskan waktunya di atas pohon dan hidup secara berkelompok, dimana
selain tempat tinggalnya mereka juga memakan daun-daun yang ada di pohonnya,
namun Bekantan bukan binatang pemakan semua jenis dedaunan, hanya pohon berkanopi tinggi dan biasanya 1 pohon
berisi hanya 1 pejantan dewasa dan banyak betina yang menjadi pasangannya
serta anak-anaknya atau biasa dibilang one-male group, selain itu juga ada
kelompok all male atau isinya jantan semua, biasanya ini kelompok Bekantan
remaja atau yang belum mempunyai kelompok, libido mereka menurut saya juga
sangat besar (namun durasi kecil hahaha), penjelasan dari Mas Iman disbanding
Bekantan, Buaya merupakan makhluk yang setia hanya dengan 1 pasangan sementara
Bekantan jantan pasti mempunyai banyak pasangan dikehidupan sehari-harinya,
salah sekali jika kita menyalahkan buaya untuk lelaki tidak setia dan play boy
hahaha.
 |
| 1 pohon bisa dihuni belasan hingga puluhan bekantan dan mereka ada di sepanjang sungai |
Setelah bermalam di Tanjung Harapan, pagi pun menyambut,
saya pun tebangun dengan suara kicauan burung dan suara-suara alam di pagi
hari, sudah lama sekali rasanya saya dibangunkan oleh suasana seperti ini, padahal
sehari sebelumnya masih mendengarkan suara deru mesin dan klakson kendaraan
ditengah runyamnya pagi Jakarta, surgaaaa…
3 3. Sekonyer River The Mysterious Black River and
Orang Utan Feeding in Tanggui Camp & Camp Leakey
Perjalanan kamipun kembali dilanjutkan menyusuri sungai,
tujuan kami adalah ke Camp Pondok Tanggui, kembali menonton para orang utan
sarapan dan beraktifitas, jadwal feeding orang utan di sana pukul 09.00 WITA.
 |
| Peralihan warna air dari coklat menuju hitam |
Walau trip Tanjung Puting ini dipenuhi dengan melihat Orang
Utan dan Bekantan dari dermaga dibutuhkan sekitar 20-30 menit berjalan kaki,
namun sayang jika tujuan anda hanya melihat orang utan makan, sekali lagi kami
beruntung saat itu mendapatkan guide seperti Iman Demang, sepanjang perjalanan
sering kami berhenti sejenak mendengarkan cerita beliau tentang hutan, pohon,
binatang serta misteri-misteri di dalamnya.
Setelah Pondok Tanggui, perjalananpun kami lanjutkan ke Camp
Leakey, saat perjalanan saya menemukan keunikan Tanjung Puting lainnya, saat
sampai di Sungai Sekonyer, saya takjub melihat perubahan warna air sungainya
yang kebanyakan berwarna coklat menjadi hitam seketika, it feels like lost in the amazon Guys!.
 |
| Peralihan warna air dari coklat menjadi hitam di sungai |
 |
| Saat berada di sini suasana hutan amazone yang penuh misteri sangat terasa |
Warna hitam di sungai tersebut bukanlah dari hasil
pembuangan sampah atau limbah melainkan karena lokasinya emang berada di lahan
gambut, walau berwarna hitam namun air tersebut jauh lebih bersih dan steril
daripada air coklat yang biasa saya lihat sebelumnya, terbukti saya merasakan
sendiri mandi dengan air hitam tersebut, alhasil tak merasakan gatal sedikitpun
melainkan badan terasa segar setelahnya.

Siswi merupakan Primadona di Camp Leakey yang berusia lebih
dari 30 tahun dan sering terlihat di jetty Camp Leakey, sifat ingin tahunya yang tinggi membuat dia dianggap jahil oleh
pelancong yang datang, saya menyarankan anda jangan sedikit menjaga jarak
dengan Siswi karena sesuai dengan yang saya tulis di atas, akibat sifat
penasarannya dia suka menjangkau orang atau barang disekitarnya, beberapa kali
saya lihat dia berusaha mendekati dan menjangkau kaki orang-orang yang lewat
disampingnya malah saat itu sampai ingin masuk ke kapal kami, amun disayangkan saat ini Siswi sedang menderita Cancer Uterus yang menyebabkan dia tidak bisa lagi mempunyai keturunan, jika anda ke Camp Leakey tak lengkap rasanya jika belum bertemu Siswi.
 |
Siswi sering bermain di sekitar dermaga
dan suka usil kepada pelancong yang lewat |
Camp Leakey merupakan pusat rehabilitasi Orang Utan yang awalnya lokasi penelitian Mahasiswa dari Colombia University, Amerika, nama Leakey diambil dari salah satu peneliti saat itu
Prof. Louis Leakey dan hingga saat ini beliau dan rumahnya masih ada di lokasi itu.
 |
| Kiss Me Mom |
Bonus:
Saat malam terakhir sebelum
pulang saya mengalami pengalaman yang takkan saya lupakan dalam hidup saya,
setiap mengingat saat itu selalu merinding, bukannya krn sesuatu yang bersifat
horror melainkan benar-benar karena keindahan dan keunikannya, jika malam
sebelumnya kapal merapat ke dermaga desa untuk bermalam, malam itu kami berhenti di 1 spot yang saya sendiri ga tau itu dimana saking gelapnya, yang pasti sekeliling kami rawa-rawa dengan binatang-binatang malamnya, namun ada 1 yang menurut saya salah satu moment terindah selama perjalanan saya, para kunang-kunang yang awalnya bersarang di pohon-pohon terbang disekeliling kami, saat itu kebetulan saya sedang seru-serunya berbicara tentang bintang-bintang dan misteri dibalik warnanya serta pengalaman hidup kawan-kawan yang baru saja saya kenal dikapal, kunang-kunang berkeliaran disekeliling kami, serasa berbicara di film anime, untuk foto? mohon maaf dari sekian banyak foto dan cerita dalam perjalanan-perjalanan, saya tak akan mengambil gambar jika sesuatu sangat indah, Ego saya meninggi hanya ingin dinikmati oleh ke 5 Indra saya.
 |
| Iman Demang Salah Satu Pemandu Terbaik Selama Hobi Jalan |
Fyi:
- Taman Nasional Tanjung Puting berlokasi di
Kalimantan Tengah, untuk ke sana dari Jakarta anda dapat memakai pesawat terbang
menuju Pangkalan Bun.
- Terdapat 2 (dua) penerbangan dan 2 maskapai ke
Pangkalan Bun, jika anda cuti saya sangat menyarankan anda melebihkan sehari
dari jadwal, karena pada saat di sana salah satu Maskapai batal berangkat
dikarenakan masalah teknis, namun cuaca juga bisa menjadi kendala anda batal
berangkat
- Dari bandara satu-satunya saran saya adalah
naik taksi atau sewa kendaraan, setibanya di Pelabuhan anda bisa cari kapal, untuk
sewa kapal atau paket full bisa hubungi Mas Iman Demang di 0812-9886-7409
No comments:
Post a Comment